realm of the head hunters

realm of the head hunters
lila

dreamer

dreamer

Sunday, January 19, 2014

alasan dan impian

"Maju, hanya perlu satu alasan, sedangkan mundur memerlukan beribu-ribu alasan. Takut, sehingga mundur; mundur, sehingga gagal; gagal, sehingga menyesal.
Hidup itu pendek, tidak cukup untuk menanggung terlalu banyak penyesalan"


berapa hari lepas aku terbaca post ni kat satu page ..... yang menariknyta panjang2x ayat tu aku paling suka satu perkataan 
iaitu
 Alasan ?
ada apa dengan ALASAN ? 
kadang -kadang dalam hidup kita terlalu banyak beri alasan. 
dalam hidup aku tergolong dalam orang-orang yang banyak sekali memberi alasan
boleh buat satu buku...
bila tanya diri kenapa 
aku hilang kata-kata 
atau itu satu lagi alasan 
masakan tidak tahu ? yang menuturkannya aku ?
ah....
aku takut 
tapi kenapa takut?

"bila kau terlalu banyak rahsia maknanya kau terlalu banyak menipu  dan bila kau terlalu takut itu tandanya kau tamakkan sesuatu"

tamak ? 
jadi ertinya aku sedang tamakkan sesuatu ?
wang?
kedudukan ?
kasih sayang ? 

tapi kadangkala kita takut kerana kita curiga. 
curiga akan nasib
ah..
sama seperti berjudi 
jika taruhan kau besar 
untungnya juga besar 
tapi kalau kau kalah 
boleh jadi kau tinggal sehelai sepinggang..
namun apa yang aku perjudikan di sini bukannya wang 
tetapi masa depan 

masuk akallah ketakutanku
jika aku salah taruhan ertinya 
separuh dari hidupku akan terbazir begitu saja
waktu mengalir bagai air 

tapi jika aku tidak ambil risiko 
aku tidak akan tahu di depannya aku nanti apa.
(ah... ini meingatkan aku dengan sajak yang tajuknya 'road not taken' ) 

ketika aku berkelahi dengan jiwaku aku menemukan cerita di bawah ini :



Di kaki gunung aku bertemu dengan beberapa orang... Ada yang mengatakan padaku, "jangan naik ke atas sana, lihat tangganya tinggi sekali! Kalau jatuh gimana? Kalau tak balik lagi gimana?!" Dan ada juga yang mengatakan padaku, "aku naik sampai di tengah jalan dan bertemu binatang buas! Aku tahu aku tak bisa melawannya jadi aku memilih turun kembali. Kau juga tak bisa melawannya! Jadi sia-sia kau naik ke atas."
Kemudian, aku melihat ke atas puncak gunung, hanya ada sedikit orang di sana... mereka berteriak padaku, "ayo... naik, teman! Di sini pemandangannya indah sekali! Harus dilihat dengan mata kepalamu sendiri dan rasakan dengan hatimu. Kau akan tahu semua pengorbanan dan kerja kerasmu akan terbayar semua."


ajarlah aku menjadi berani 
membuang alasan yang meniti di bibir 
tiap kali ada yang bertanya
ajarlah aku menjadi jujur 
bukan pada yang lain tapi diriku sendiri 
kerana di saat umurku 25 tahun aku masih lagi 
mempersoalkan 
arah mana hidupku 
walhal semua itu harusnya aku tahu 5 tahun lalu..
lebih lagi harapku 
ajarilah aku membuka mata 
biar nanti aku tahu
betapa luasnya dunia 
cuma fikiran ku saja yang sempit 
membuatkan mataku kabur dan 
langkah ku terumbang ambing ..

agar nanti aku bisa mengenggam mimpi 
 

No comments:

Post a Comment