"Maju, hanya perlu satu alasan, sedangkan
mundur memerlukan beribu-ribu alasan. Takut, sehingga mundur; mundur,
sehingga gagal; gagal, sehingga menyesal.
Hidup itu pendek, tidak cukup untuk menanggung terlalu banyak penyesalan"
Hidup itu pendek, tidak cukup untuk menanggung terlalu banyak penyesalan"
berapa hari lepas aku terbaca post ni kat satu page ..... yang menariknyta panjang2x ayat tu aku paling suka satu perkataan
iaitu
Alasan ?
ada apa dengan ALASAN ?
kadang -kadang dalam hidup kita terlalu banyak beri alasan.
dalam hidup aku tergolong dalam orang-orang yang banyak sekali memberi alasan
boleh buat satu buku...
bila tanya diri kenapa
aku hilang kata-kata
atau itu satu lagi alasan
masakan tidak tahu ? yang menuturkannya aku ?
ah....
aku takut
tapi kenapa takut?
"bila kau terlalu banyak rahsia maknanya kau terlalu banyak menipu dan bila kau terlalu takut itu tandanya kau tamakkan sesuatu"
tamak ?
jadi ertinya aku sedang tamakkan sesuatu ?
wang?
kedudukan ?
kasih sayang ?
tapi kadangkala kita takut kerana kita curiga.
curiga akan nasib
ah..
sama seperti berjudi
jika taruhan kau besar
untungnya juga besar
tapi kalau kau kalah
boleh jadi kau tinggal sehelai sepinggang..
namun apa yang aku perjudikan di sini bukannya wang
tetapi masa depan
masuk akallah ketakutanku
jika aku salah taruhan ertinya
separuh dari hidupku akan terbazir begitu saja
waktu mengalir bagai air
tapi jika aku tidak ambil risiko
aku tidak akan tahu di depannya aku nanti apa.
(ah... ini meingatkan aku dengan sajak yang tajuknya 'road not taken' )
ketika aku berkelahi dengan jiwaku aku menemukan cerita di bawah ini :
Di kaki gunung aku bertemu dengan beberapa
orang... Ada yang mengatakan padaku, "jangan naik ke atas sana, lihat
tangganya tinggi sekali! Kalau jatuh gimana? Kalau tak balik lagi
gimana?!" Dan ada juga yang mengatakan padaku, "aku naik sampai
di tengah jalan dan bertemu binatang buas! Aku tahu aku tak bisa
melawannya jadi aku memilih turun kembali. Kau juga tak bisa melawannya!
Jadi sia-sia kau naik ke atas."
Kemudian, aku melihat ke atas puncak gunung, hanya ada sedikit orang di sana... mereka berteriak padaku, "ayo... naik, teman! Di sini pemandangannya indah sekali! Harus dilihat dengan mata kepalamu sendiri dan rasakan dengan hatimu. Kau akan tahu semua pengorbanan dan kerja kerasmu akan terbayar semua."
Kemudian, aku melihat ke atas puncak gunung, hanya ada sedikit orang di sana... mereka berteriak padaku, "ayo... naik, teman! Di sini pemandangannya indah sekali! Harus dilihat dengan mata kepalamu sendiri dan rasakan dengan hatimu. Kau akan tahu semua pengorbanan dan kerja kerasmu akan terbayar semua."
ajarlah aku menjadi berani
membuang alasan yang meniti di bibir
tiap kali ada yang bertanya
ajarlah aku menjadi jujur
bukan pada yang lain tapi diriku sendiri
kerana di saat umurku 25 tahun aku masih lagi
mempersoalkan
arah mana hidupku
walhal semua itu harusnya aku tahu 5 tahun lalu..
lebih lagi harapku
ajarilah aku membuka mata
biar nanti aku tahu
betapa luasnya dunia
cuma fikiran ku saja yang sempit
membuatkan mataku kabur dan
langkah ku terumbang ambing ..
agar nanti aku bisa mengenggam mimpi

No comments:
Post a Comment