nyahkan bayangmu dari diari malam-malamku
tapi manakan bisa
kerna ia sentiasa menulis namamu
nyahkan nafasmu ketika siang menyapa
jua manakan bisa
kerna ia sentiasa membawa harum mu
mengulit jiwa
kalau begitu nyahkan saja aku
agar derita ini tiada lagi disana
jua manakan bisa
jam berdetik takdirnya belum tiba
ku doakan yang baik buatmu
tapi bukan itu sebenarnya
manakan bisa ku lihat kau ketawa
setelah kau ketuk pintu derita
doakan yang baik-baik buat aku
agar benci ini cepat beredar
dan aku bisa menyapamu seperti sediakala
dan diari itu bisa menulis nama lain
di saat malam menjelang...
telah ku kuburkan cinta kita
biarkan pusaranya tidak bernama
sepi sekuntum mawar merah penghias nisan
ku ucapkan selamat tinggal....

No comments:
Post a Comment