Pages

Tuesday, August 5, 2014

untuk kita yang sudah berakhir







Pernahkah kau melihat kembali sms kita ?
Atau warkah pertama yang ku tuliskan padamu ?
Dari dua orang yang asing
Saling kenal
Jadi teman
Berpasangan
Dan kini
 Kembali asing
Sekarang aku tidak tahu lagi
Apakah dulu kita benar-benar saling cinta
tapi
…yang aku tahu ,
Waktu itu
Air mataku adalah benar
Sakit hatikujuga benar

Dan keinginanku bersamau jua benar.

 Jangan bertanya padaku apakah kita masih bisa berteman … semua kenangan indah dan sedih diantara kita telah hancur menjadi keping-keping di saat kita berpisah
Masa lalu tidak bisa dibaiki dan masa depan kita tidak sama lagi
Jangan bertanya padaku kedudukan mu dihatiku sebagai apa,
 kau pernah melihat diriku yang mencintaimu ,
 kau juga pernah lihat aku yang yang pernah percaya janji-janjimu
Kau juga pernah melihat kesedihanku
Semua itu sudah cukup

Kau tidak perlu mendoakan kebahagiaanku
Kerana kau tidak tahu aku telah menggunakan berapa banyak keberanian untuk memutuskan semua ini
Cerita dongeng kita sudah berakhir …
Saling melupakan adalah doa yang terbaik 

Monday, January 20, 2014

Medan perang



Medan perang


Hari ni nak cerita ttg medan perang ?
Apa tu ????
Askarkah aku ??
Eh.. bukan

Medan perang dari kaca mataku ialah tempat di mana  kalau boleh aku nak lari darinya
Tempat yang aku tak suka
Tapi aku harus melaluinya
Setiap hari …… hampir?
Boleh kata ia rutin

Kalau dulu di waktu remaja
Medan perangku ialah
Sekolah, dan kolej
To be frank
I hate letters
Tapi  ironinya
Benda yang kita benci inilah yang kita kena hadap setiap hari
Bukan kata aku tak suka ilmu
Bukan…
Jangan salah faham
Tapi ia lah
Kalau boleh aku ingin waktu itu 80% waktunya aku berseronok 20% biarlah aku mencari ilmu
Hehe ^^
Mengarut bukan ?
Ataupun kalaulah aku ingin belajar sekalipun
Biarlah tentang apa yang aku suka
Apa yang aku minat
Bukan apa yang harus .
Tapi inikan reality
Mimpi tak diterima di bumi ini
Ia hanyas pemuas roh
Cukup hanya untuk di bayang bukan di pegang

Sekarang di usia 25
Medan perang ku di tempatku mencari makan
Aaaaaahhhhhh
Patut dulu aku menikmati cuti2x
Sekarang nak cuti pun susah
Cutipun belum tentu mindaku cuti
Bahkan ada lagi kursus sana sini
Jangan persoalkan syukur atau tidaknya aku
Kini ku bicara tentang hati
Bukan kesedaran
Cet ^^

Apalagi kini aku berdepan dengan insan2x yang benar2x menguji
Sabarnya aku
Aku guru permulihan (bukan majorku dulu)
Untungnya aku
Adanya sebuah bilik berhawa dingin
Dan bilangan murid yang 4-5 ketul
Tapi
Apa gunanya hawa dingin dan ‘office peribadi’
STRESS
Menjadi kawan karibku
Semua org tahu aku bukan senang dimakan stress
Tapi kali ini aku tewas
Kalau di kolej assignment bertimbun
Aku still relax
Tapi bukan ini
Aku berdepan dengan mereka2 yang tak kenal huruf dan angka
Setiap hari aku bertanya
“ masalah budak ni apa? Takkan benda macam ni pun tak tahu ? dalam kepalanya ada apa?
Aku harus bagaimana?  Nak buat apa lagi dengan dia?”
Aku tahu aku persoalan ku persismis tapi ini realitinya aku

Pagi tadi aku menuturkan kata-kata ini
“kalau kamu masih lagi tak mahu baca sekerat pun ayat sehari lama2x cikgu boleh mati sebab makan hati!”
Ini kronik aku bukan mengada-ngada
Tak ada untungnya
Maknanya kalau berperang aku bagaikan sudah berada di hujung senapang
Buntu !
Apa aku belum cukup kuat berusaha?
Inikan baru bulan pertama….

"Medan perang dari kaca mataku ialah tempat di mana  kalau boleh aku nak lari darinya "
itu kata hati
tapi kesedaranku berkata 
manusia mana yang hendak memikul tanggungjawab? 
kalau ditaanya rela apa tidak ?
jawabnya tentu tidak 
tetapi itu lumrah 
hendak atau tidak bukan persoalan 
untuk hidup kena sanggup 
sebab nanti bayarannya ada 
baik di dunia atau di atas sana 
aku adalah apa yang aku lakukan 
iru cerminan yang terbaik 
meskipun berat 
 
p/s:
DEAR GOD
 Kalau ini ujian
Tunujkkanku jalan
Kalau ini satu hukuman
Tolonglah ringankan
Kalau ini cabaran
Berilah ku kekuatan
Kalau hatiku yang hitam
Tolonglah aku jernihkan
Kalau ini satu tanggapan
Berilah aku keihlasan
Berilah aku pertunjuk untuk menang dalam medan ini 



 p/s: aku nak jadi seperti lacus clyne .... ^^ hehe

Sunday, January 19, 2014

alasan dan impian

"Maju, hanya perlu satu alasan, sedangkan mundur memerlukan beribu-ribu alasan. Takut, sehingga mundur; mundur, sehingga gagal; gagal, sehingga menyesal.
Hidup itu pendek, tidak cukup untuk menanggung terlalu banyak penyesalan"


berapa hari lepas aku terbaca post ni kat satu page ..... yang menariknyta panjang2x ayat tu aku paling suka satu perkataan 
iaitu
 Alasan ?
ada apa dengan ALASAN ? 
kadang -kadang dalam hidup kita terlalu banyak beri alasan. 
dalam hidup aku tergolong dalam orang-orang yang banyak sekali memberi alasan
boleh buat satu buku...
bila tanya diri kenapa 
aku hilang kata-kata 
atau itu satu lagi alasan 
masakan tidak tahu ? yang menuturkannya aku ?
ah....
aku takut 
tapi kenapa takut?

"bila kau terlalu banyak rahsia maknanya kau terlalu banyak menipu  dan bila kau terlalu takut itu tandanya kau tamakkan sesuatu"

tamak ? 
jadi ertinya aku sedang tamakkan sesuatu ?
wang?
kedudukan ?
kasih sayang ? 

tapi kadangkala kita takut kerana kita curiga. 
curiga akan nasib
ah..
sama seperti berjudi 
jika taruhan kau besar 
untungnya juga besar 
tapi kalau kau kalah 
boleh jadi kau tinggal sehelai sepinggang..
namun apa yang aku perjudikan di sini bukannya wang 
tetapi masa depan 

masuk akallah ketakutanku
jika aku salah taruhan ertinya 
separuh dari hidupku akan terbazir begitu saja
waktu mengalir bagai air 

tapi jika aku tidak ambil risiko 
aku tidak akan tahu di depannya aku nanti apa.
(ah... ini meingatkan aku dengan sajak yang tajuknya 'road not taken' ) 

ketika aku berkelahi dengan jiwaku aku menemukan cerita di bawah ini :



Di kaki gunung aku bertemu dengan beberapa orang... Ada yang mengatakan padaku, "jangan naik ke atas sana, lihat tangganya tinggi sekali! Kalau jatuh gimana? Kalau tak balik lagi gimana?!" Dan ada juga yang mengatakan padaku, "aku naik sampai di tengah jalan dan bertemu binatang buas! Aku tahu aku tak bisa melawannya jadi aku memilih turun kembali. Kau juga tak bisa melawannya! Jadi sia-sia kau naik ke atas."
Kemudian, aku melihat ke atas puncak gunung, hanya ada sedikit orang di sana... mereka berteriak padaku, "ayo... naik, teman! Di sini pemandangannya indah sekali! Harus dilihat dengan mata kepalamu sendiri dan rasakan dengan hatimu. Kau akan tahu semua pengorbanan dan kerja kerasmu akan terbayar semua."


ajarlah aku menjadi berani 
membuang alasan yang meniti di bibir 
tiap kali ada yang bertanya
ajarlah aku menjadi jujur 
bukan pada yang lain tapi diriku sendiri 
kerana di saat umurku 25 tahun aku masih lagi 
mempersoalkan 
arah mana hidupku 
walhal semua itu harusnya aku tahu 5 tahun lalu..
lebih lagi harapku 
ajarilah aku membuka mata 
biar nanti aku tahu
betapa luasnya dunia 
cuma fikiran ku saja yang sempit 
membuatkan mataku kabur dan 
langkah ku terumbang ambing ..

agar nanti aku bisa mengenggam mimpi